TUGAS MULIA SEORANG GURU

Penulis : yunus | Tue, 19 July 2016 - 23:33 | Dilihat : 424

Berkaca kepada kedua orang tua yang mengabdikan diri penuh sebagai seorang guru, saya terinspirasi sejak kecil menerapkan teladan kedua orang tua yang selalu saya lihat dalam kesehariannya. Pancaran wibawa dan kearifan seorang guru sekaligus sososk ayah yang tegas, baik saat beliau memakai baju dinas maupun saat beliau di rumah dengan memakai sandal plastik “tempo doeloe” plus sarung dan kaos oblong yang bagian belakangnya sudah bolong-bolong karena mungkin keringat yang selalu keluar saat mengayuh sepeda kayuh saat pergi menuju sekolah maupun pada saat mendidik siswa-siswinya di sekolah yang menyebabkan kain murah menjadi getas dan mudah sobek, namun ketegasan dan kedisiplinan dibarengi hati yang penuh welas asih tidak pernah lepas dari sosok seorang guru sejati, baik saat mengajardi sekolah  maupun saat berada di lingkungan masyarakat. Kemudian saya juga melihat sosok ibunda yang memiliki pembawaan yang sangat lembut yang tutur katanya tidak pernah terucap satu kalimat pun menghakimi siswa-siswinya dengan kata-kata yang kotor yang  tidak mendidik, mencoba meraih simpati anak-anak kampung yang pada masa itu era 60-an sampai 70-an  banyak yang tidak berminat untuk sekolah.

Dari sepenggal gambaran sosok seorang guru di atas dapat menyadarkan kita  bahwa tugas mulia sorang guru tidak mudah dan bukan hanya sebatas mengajar di dalam kelas saja. Adapun tugas mulia guru dapat kita lihat dari kata guru itu sendiri yaitu digugu ­dan ditiru yang artinya diikuti dan diteladani. Selain dari makna kata guru, guru sebenarnya  memiliki lima tugas mulia yang mau tidak mau harus menjadi pilar utama dalam melaksanakan pengabdiannya yaitu :

  1. Mengajar

Mengajar merupakan tugas menyalurkan ilmu pengetahuna kepada siswa-siswinya. Ia berkewajiban menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan kurikulum yang mengacu kepada perangkat pembelajaran seperti RPP dan Silabus. Dalam melaksanakan tugas ini guru dituntut untuk dapat  mencerdaskan siswanya agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. Mendidik

Mendidik merupakan penanaman nila-nilai keimanan, kharakter dan moral kepada siswa –siswinya agar mereka menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, jujur dan berkepribadian baik. Nilai-nilai luhur dan budi pekerti harus ditanamkan kepada siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar. Jika manusia pintar tanpa memiliki dasar iman yang kuat dan kharakter yang mulia, maka ia akan lebih berbahaya.

  1. Melatih

Melatih yaitu mengembangkan, mengarahkan, dan menyalurkan potensi siswa-siswinya sesuai minat dan bakat masing-masing. Selain cerdas dan berkharakter, siswa harus memiliki keterampilan (life skill) untuk bekal hidupnya agar kelak tidak menjadi seorang pengangguran terpelajar.

  1. Membimbing

Membimbing yaitu memberi arahan yang benar sesuai dengan nilai-nilai hidup yang mulia dengan cara ikut masuk ke dalam dunia siswa-siswinya, sehingga mampu memahami segala keadaan siswanya secara obyektif. Dengan demikian maka dengan mudah seorang guru mampu membimbing siswanya menuju ke arah yang lebih baik.

  1. Motivator

Motivator merupakan tugas guru untuk menjadi sumber inspirasi sekaligus mampu membangkitkan semangat bagi siswa-siswinya untuk meraih cita-cita dengan potensi atau talenta yang dimilikinya. Dengan tugas guru sebagai motivator ini maka  potensi seorang siswa akan tergali dengan baik dan maksimal, sehingga siswa itu sendiri dapat  memanfaatkannya sebagai modal utama untuk meraih cita-cita.

Tugas mulia tersebut seharusnya sudah menjadi nilai-nilai yang tertanam pada setiap guru sejak awal mula berkomitmen menjadi seorang guru. Namun tak jarang tugas mulia tersebut hanya sebagai simbol saja. Dengan perubahan zaman yang cenderung hedonis, maka nilai-nilai mulia seorang guru semakin lama semakin memudar.  Guru akan hanya sekedar  transfer ilmu saja, ada juga yang hanya sekedar menjadi sebuah pekerjaan yang  ada hitung-hitungannya dengan untung rugi yang artinya jika ada tugas yang bukan merupakan tugas utama mengajar dan tidak ada bayarannya maka ia tidak akan mau menjalannkannya, bahkan juga yang paling parah guru hanya sebagai pekerjaan sambilan saja karena dengan alasan minimnya penghasilan, sehingga ia lebih fokus kepada pekerjaan di luar guru yang lebih banyak menghasilkan pundi-pundi uang. Sungguh ironi bukan ?

Sebagai seorang guru Kristen, maka kiblat yang wajib menjadi teladan adalah sosok Yesus yang telah menjadi contoh dan teladan bagi seorang guru yang sempurna yaitu “melayani”. Dengan kunci “melayani” maka semua hal tentang tugas mulia seorang  guru pasti akan tercakupi. Mari kita mulai merefresh diri kita masing-masing, agar kita dapat mengetahui dengan benar sebuah panggilan yang mulia sebagai seorang guru dan teraktualisasi dalam tindakan kita sehari-hari dengan siwa-siswi kita dan bahkan dengan rekan sepelayanan kita. Pada akhirnya kita akan dapat saling “melayani” dan dengan demikian terciptalah sebuah tugas mulia guru yang tidak hanya sekedar bacaan saja tetapi menjadi sebuah kebiasaan yang baik seperti Yesus Kristus telah meneladankannya untuk kita.

@Setiadi 30 Juni 2016

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top