Pendidikan Bagai Menanam Benih Di Masa Kini Untuk Dituai Di Masa Depan

Penulis : Redaksi | Mon, 16 April 2018 - 08:26 | Dilihat : 53

-Suara Makedonia- Masa depan ibarat hasil akhir dari sebuah pohon, misalnya bunga atau buah. Para siswa adalah bibit atau benih dari pohon tersebut. Guru adalah sang petani yang menaburkan benih itu di tanah yang subur. Petani yang pandai pasti akan selalu mempersiapkan terlebih dahulu tanah terbaik sebelum ia menaburkan benih-benih yang akan ditanamnya. Usaha terbaik pun ia lakukan selama merawat pertumbuhan si benih tersebut. Tidak hanya makanan, tetapi perhatian dan kasih sayang pun sang petani curahkan kepada benih-benih yang ditanamnya. Harapan sang petani adalah setiap benih dapat tumbuh jadi tanaman-tanaman terbaik yang juga memberikan hasil terbaik.  Makanan adalah gambaran ilmu, pengetahuan, nasehat, didikan, bagi si benih yang adalah para anak didik. Kasih sayang dan perhatian dari sang petani adalah gambaran pembentukan karakter dan pola hidup dari sang petani kepada si benih adalah bentuk hubungan antara guru kepada para anak didiknya. Namun, tidak dapat dipungkiri seberapa keras pun perjuangan sang guru dalam mendidik, memberikan ilmu, membentuk karakter dan sikap serta pola pikir para anak didik mereka, semua akan menjadi tidak berguna ketika si benih adalah benih yang kurang baik atau bahkan benih mandul, yang walaupun ia bertumbuh tetapi ia tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan sang petani.

           Hal tersebut memberikan gambaran akan adanya faktor dari dalam diri si benih yang bisa sangat berpengaruh terhadap masa depan yang akan terjadi. Para anak didik, tidaklah mutlak seperti sebuah benih. Benih tidak dapat memilih untuk berusaha menjadi lebih baik ketika ia terlahir sebagai benih yang kurang baik. Para anak didik sekalian adalah seorang manusia, ciptaan paling istimewa, gambaran Allah, artinya para anak didik adalah benih yang mempunyai kesempatan untuk berpikir, berusaha dan berjuang untuk tumbuh menjadi tanaman terbaik dan menghasilkan buah masa depan terbaiknya. Dalam memperjuangkan dan mempersiapkan masa depan, tidak bisa hanya dengan mengharapkan faktor dari luar diri. Dengan hanya sekedar menempatkan diri pada lingkungan yang baik, mendapat pendidikan yang baik, bertemu dengan pendidik atau guru terbaik tidak bisa sepenuhnya menjamin keberhasilan diri dalam menggapai cita-cita dan masa depan yang diinginkan. Perlu usaha dan kerja keras yang sungguh-sungguh dari dalam diri para anak didik masing-masing.

           Benih yang kecil membutuhkan waktu yang cukup untuk melewati proses dan tahapan untuk bertumbuh menjadi sebuah pohon dan bisa menghasilkan. Begitu pula dengan masa depan para anak didik sekalian, tidak bisa diperoleh dengan cara instan atau cepat. Semuanya harus melewati waktu yang cukup dan melewati tahapan yang benar. Sebab apa yang akan terjadi di masa yang akan datang sangat terpengaruh dari bagaimana kita menjalani masa sekarang. Tentu saja yang terjadi kelak tidak akan bisa diubah, dan takkan bisa diulang. Seperti benih yang telah tumbuh menjadi tanaman tidak dapat kembali menjadi benih bagaimanapun usaha yang dilakukan. Karena itu kerjakan segala sesuatu di masa sekarang dengan usaha yang terbaik, agar apapun yang diperoleh dimasa depan tidak akan melahirkan penyesalan, sehingga benih yang ditanam berubah menjadi tanaman yang subur, dan memberikan hasil terbaiknya.

 

Seven Simamora, S.T.

Penulis Adalah Kepala Sekolah SMA Kristen Makedonia

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top