Mahalnya Harga Pendidikan

Penulis : Redaksi | Fri, 20 April 2018 - 10:01 | Dilihat : 101

-Suara Makedonia- Menempuh pendidikan bagi sebagian orang bukanlah hal yang sulit. Sebab semua hal yang diperlukan untuk proses belajar mengajar sudah ada di tangan, termasuk sarana dan prasarana pun tidak perlu lagi dipusingkan, maklum orang tuanya memiliki uang. Mulai dari uang untuk membeli buku, peralatan tulis, uang makan dan jajan, serta uang ekstrakurikuler dan uang saku pun dimilikinya. Namun tak demikian bagi sebagian orang lainnya, terutama bagi mereka yang datang dari pedalaman dengan uang minim dan dengan dukungan yang sederhana dan ala kadarnya dari orang tua. Mulai dari menempuh perjalanan yang sulit karena melewati hutan, sungai dan jalan yang berlumpur dan penuh dengan bahaya dan perjuangan.  Jangankan menamatkan diri di perguruan tinggi, sudah bisa lulus SMA pun itu sudah merupakan hal yang luar biasa, sebab tidak sedikit akhirnya dari mereka yang pergi menempuh Pendidikan ke jenjang berikutnya harus berhenti dari proses pendidikan mereka di tengah jalan karena orang tua sudah tidak lagi sanggup memberikan dukungan keuangan untuk biaya sekolah dan juga biaya hidup sehari-hari. Sebab setibanya mereka di tempat sekolah yang dituju maka mereka perlu mencari tempat tinggal; entah itu asrama, kost atau kalau-kalau ada rumah keluarga dekat yang bisa ditempati selama menempuh studi. Kalau tidak, terpaksa harus tinggal di rumah orang lain – sekolah sambil membantu pekerjaan keluarga dimana ia tinggal.

          Sekolah itu tidak mudah, hal itu mahal bagi semua orang yang ingin serius menjalaninya karena di sana seorang pelajar masuk pada medan perjuangan untuk meraih cita-cita. Pembentukan mental yang sehat, kerja keras untuk membangun daya tahan dan hidup yang terpuji menjadi bagian yang perlu dijalani. Bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga, namun bagi nusa dan bangsa serta untuk kebaikan umat manusia di seluruh dunia.  Hari ini kita bersyukur pada Tuhan, karena anugerah Tuhan maka di Ngabang - Landak Kalimantan Barat, ada Sekolah Kristen Makedonia yang didirikan oleh Pdt. Bigman Sirait. Sekolah ini, tidak hanya hadir dan menjadi berkat bagi masyarakat sekitar namun juga menjadi berkat bagi pemerintah setempat.  Sekolah yang ada dibangun mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), SD (Sekolah dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) ini, sudah melahirkan alumni yang sudah menamatkan diri dari S1 (Strata 1) lebih dari 200 siswa dan yang masih menempuh kuliah ada 500 orang lebih. Sekolah Kristen Makedonia adalah sekolah yang diadakan dengan kesungguhan hati dan tidak ada tujuan komersil di sana, semuanya murni berbasiskan pelayanan dan bukan untuk mengerjar keuntungan. Sekolah ini menjadi “mahal” bukan karena dana yang dikeluarkan namun karena ada semangat yang jelas di sana dan itu teukir melalui visi dan misinya, “Yang Ber-Iman Teguh, Ber-Ilmu Tinggi, Dan Ber-Integritas Terpuji, Inovatif Dan Inspiratif, Sebagai Murid Kristus Yang Ber-Saksi Dan Ber-Aksi.”

 

      Mahalnya Pendidikan tidak hanya menyangkut uang yang harus dikeluarkan oleh murid dan orang tua serta donatur atau sponspor yang ada. Namun menjadi mahal adalah ketika semuanya bersinergi dengan seluruh kekuatan yang ada melalui apa yang dimilki karena tahu bahwa ini adalah pekerjaan dan ladang yang Tuhan sediakan maka harusnya mulai dari orang tua diharapkan memiliki kemampuan untuk mengarahkan dan mendorong anaknya untuk sekolah dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab, serta penuh semangat bersekolah sehingga dapat meraih cita-cita dan bisa menjadi berkat bagi sesama di kemudian hari. Begitu juga dengan guru-guru, semua berlomba untuk mengerjakan apa yang mesti dan yang terbaik untuk anak didik yang mereka ajar di kelas setiap hari. Bukan mengerjakannya dengan hanya suatu kegiatan yang rutinitas saja atau hanya untuk memikirkan untung rugi, namun dengan hati yang penuh kesadaran bahwa yang sedang mereka didik ini adalah manusia-manusia yang kelak akan menjadi seorang pemimpin yang membawa perubahan dan dampak bagi lingkungan di mana mereka berada. Menjadi mahal karena anak-anak didik mau menyadari bahwa Pendidikan itu perlu dan penting bagi mereka, baik untuk hari ini, besok dan kemudian hari, sehingga mereka berlomba, berjuang dan bersungguh-sungguh untuk belajar. Mereka bukan hanya belajar untuk mengisi pikiran dengan kecerdasan dan rasio yang kuat, tetapi juga mengisi hati dengan ketulusan, kejujuran dan kesetiaan, bahkan mengisi jiwa dengan iman yang bersandarkan kepada kekuatan Tuhan, sehingga kasih kepada Tuhan lebih kuat di atas segalanya. Dengan demikian lalu dimampukan untuk mengasihi diri sendiri dan orang lain dengan cara yang baik dan benar. 

 

Pdt. Nikodemus Rindin

Gereja Reformasi Indonesia

 

 

 

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top