Kegiatan

Sekolah Sebagai Pembentuk Karakter Anak Usia Dini

Penulis : Redaksi | Fri, 27 April 2018 - 08:27 | Dilihat : 182
Tags : Kegiatan Paud Pendidikan Penerimaan

 

            -Suara Makedonia- Penerimaan murid baru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kristen Makedonia yang dilaksanakan pada tanggal 16 April 2018 menjadi satu bukti bahwa orang tua ingin anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas untuk kehidupan anak-anak mereka kelak. Di tengah anak-anak mereka yang sedang bermain perosotan, jungkat jungkit dan ayunan, orang tua mereka mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh staf PAUD Sekolah Kristen Makedonia. Ada satu pertanyaan di dalam formulir tentang “apa alasan orang tua menyekolahkan anaknya di PAUD Makedonia?” Mengejutkan bahwa beberapa orang tua memberikan jawaban “kami ingin anak kami dididik di sekolah yang membentuk karakter menjadi karakter yang baik.”

 

Sekolah Makedonia memang tidak hanya menitikberatkan pada kecerdasan secara akademik, tetapi harus disertai dengan karakter yang terpuji. Pembentukan karater anak harus dilakukan sejak usia dini. Anak-anak pada usia ditingkat  PAUD sudah bisa berpikir dan menilai hal-hal yang mereka lihat dan dengar. Tetapi mereka belum memiliki fondasi yang kuat untuk tidak mengikuti hal yang buruk. Mereka berpikir mereka bebas melakukan apa saja asal mereka senang. Oleh karena itu orangtua dan guru harus bekerja dengan ekstra.

 

Beberapa hal yang penting dalam pembentukan karakter anak:

 

  1. Anak adalah peniru ulung.

Ketika kita ingin mendidik karakter anak sejak dini, maka secara tidak langsung kita juga mengintrospeksi sikap dan perilaku kita sendiri. Karena apa yang mereka lihat dan dengar akan ditiru tanpa tahu baik ataupun buruk. Guru dan orangtua adalah contoh yang akan ditiru oleh anak. Tidak hanya tindakan tetapi perkataan. Anak-anak akan menjadikan orangtua dan guru sebagai idola mereka. Apa saja yang guru dan orangtua lakukan akan di-copy oleh anak. Ajarkan anak  tiga kata ajaib yaitu terima kasih, maaf dan tolong. Biasakan mengucapkan terima kasih kepada anak saat anak melakukan tindakan yang terpuji sekalipun itu hal yang sangat kecil. Misalnya, saat anak mengatakan ia kemarin tidur siang, ucapkan terima kasih kepada anak. mengucapkan kata maaf kepada orang yang kita sakiti atau saat kita melakukan kesalahan terhadap orang lain. Dan mengucapkan kata tolong saat kita meminta anak melakukan sesuatu.

 

  1. Bersikap konsisten

Orangtua dan guru harus bersikap konsisten. Artinya saat kita memberikan satu perintah larangan untuk anak jangan sampai larangan itu kita sendiri yang melanggar. Atau misalnya kita tidak memarahi mereka untuk kesalahan yang mereka buat, namun besoknya kita kembali memarahinya. Hal ini dapat membuat anak menjadi bingung dan menggangu konsep pola berpikir anak.

 

  1. Pendidikan tentang agama

Dan hal yang lebih penting selain menjadi teladan dan bersikap konsisten adalah mengenalkan anak-anak kepada pencipta dan pemilik hidup ini. Amsal 1:7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”. Mengenalkan anak pada Tuhan tidak bisa dimulai saat anak-anak memasuki usia remaja, tetapi harus dimulai sejak kecil bahkan sejak dalam kandungan. Bacakan ayat Alkitab untuk anak, ajak anak-anak ke sekolah minggu, ajari anak-anak untuk berdoa.

 

 

Affu Elisabet Marsa Olla

Guru PAUD Makedonia

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top