Persari Pramuka Siaga Ke Rumah Radang

Penulis : Redaksi | Wed, 2 May 2018 - 08:56 | Dilihat : 74

-Suara Makedonia- Pramuka  siaga  SDK Makedonia beranggotakan siswa dari kelas 3-6 SD (Sekolah Dasar) yang terdiri dari 9 barung menyelenggarakan kegiatan Persari (Pertemuan Satu Hari) dengan warga desa Saham, Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 20 April 2018 namun agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya  karena kegiatan saat ini dilakukan diluar lingkungan SKM yaitu berkunjung ke Desa Saham, tepatnya ke “Rumah Radang atau sering juga disebut dengan  Rumah Panjang” yang merupakan salah satu ciri khas rumah adat Dayak yang ada di Kalimantan Barat. Kegiatan ini juga mengangkat sebuah tema yaitu tentang “ PEDULI KASIH ” dengan membagikan bingkisan kecil kepada warga. Adapun isi dari bingkisan tersebut berupa Minyak Goreng dan garam. Tujuannya adalah  untuk mengajarkan kepada anak-anak agar  dimulai sejak dini mereka terbiasa hidup bersosialisasi dan berbagi dengan orang lain artinya mereka mempunyai sikap peduli dan pekah terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya. 

 

Sebelum kegiatan berlangsung, Pembina dari anggota Pramuka Siaga sudah menyusun dan menyiapkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin. Terutama menyiapkan kendaraan untuk transportasi, karena jarak tempuh dari SKM menuju rumah radang cukup jauh kira-kira 2 jam perjalanan.

 

Pramuka siaga berangkat dari SKM menuju Rumah Radang mulai pukul 07.00 WIB dengan membawa bekal dan peralatan masing-masing karena kegiatan cukup lama. Sebelum berangkat, anak-anak dikumpulkan di koridor untuk berdoa bersama dan diberikan pengarahan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan. Selesai berdoa dan pengarahan, anak-anak dituntun untuk menuju kendaraan yang sudah disiapkan wali kelas masing-masing.

 

Setibanya di sana,  anak-anak diturunkan di pertigaan jalan yang  jauhnya kira-kira 20 - 25 menit dari rumah radang dan mereka berjalan kaki per barung masing-masing dan didampingi oleh satu orang Pembina. Adapun mereka diminta untuk berjalan kaki karena, yang pertama mereka harus menggambarkan rute-rute perjalanan  menuju rumah radang, yang kedua untuk melatih mereka menjelajah dan menikmati alam yang masih asri dan belum tercemar. Di sepanjang perjalanan mereka terlihat begitu sangat antusias sekali. Ada yang tertawa, bernyanyi dan berteriak bahkan ada juga diantara mereka yang merasa kelelahan, dikarenakan mungkin mereka tidak terbiasa berjalan dengan jarak yang cukup jauh. Tetapi walaupun perjalanannya cukup melelahkan, mereka tetep optimis, semangat dan tidak putus asa karena  mereka tahu bahwa anggota pramuka itu tidak mengenal lelah dan pantang  menyerah dalam setiap keadaan sampai mereka mencapai tujuannya. setibanya di rumah radang, para anggota pramuka disambut oleh warga.

 

Kegiatan selanjutnya, anak-anak dan Pembina berkenalan dan wawancara dengan warga setempat. Berdasar hasil wawancara yang dilakukan anak pramuka dan pembina, banyak sekali  informasi yang didapat mengenai rumah radang, mulai dari tahun berdirinya yang tergolong sudah tua sekitar kurang lebih 70 tahun, dan yang lebih menarik lagi dari rumah radang ini bangunannya masih asli berbahan dasar kayu,  di dalamnya  terdapat 35 bilik dan penghuninya sebanyak 39 kepala keluarga. Selain itu, rumah radang ini bukan hanya sebagi  tempat tinggal warga tetapi juga sebagai tempat wisata. Pengunjung yang datang di tempat ini, mulai dari penduduk lokal hingga mancanegara (turis-turis asing). Setelah perkenalan dan wawancara selesai, anak-anak bersama para Pembina bersama-sama untuk menelusuri rumah radang dari bilik pertama hingga ke bilik paling terakhir. Yang unik dari rumah ini adalah bilik-bilik tersebut memiliki ukuran yang sama. Seusai menelusuri, anak-anak dan pembina  makan bersama dan dilanjutkan dengan upacara penutupan pelantikan anggota siaga yang sudah dinyatakan lulus melewati siaga mula, siaga tata, dan siaga bantu oleh ibu Seli sebagi Pembina upacara. Dengan berakhirnya  upacara pelantikan tersebut, barisan dibubarkan dan acara diakhiri dengan pembagian bingkisan oleh anggota siaga sebagai bentuk ucapan terima kasih dan peduli  kepada warga setempat sekaligus berpamitan dan bersalam-salaman karena sudah menyambut rombongan Pramuka siaga dengan sangat baik.

 

Selvia Samarai.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top