Komunikasi Lewat Kebersamaan

Penulis : redaksi | Fri, 11 May 2018 - 23:02 | Dilihat : 35

-Suara Makedonia- Benar kata bijak yang sering disampaikan banyak orang. Bahwa lebih baik memberi daripada menerima. Ada kebahagiaan tersendiri saat kita bisa memberi sesuatu kepada orang lain. Apapun bentuknya, termasuk waktu kita. Berbicara tentang waktu, tidak semua orang bisa memberikan atau meluangkan waktu buat orang lain.

 

Dalam kebersamaan itulah ada hal timbal balik. Ada yang memberi maupun yang menerima. Yang pasti dalam kebersamaan itu juga terjadi komunikasi yang baik sehingga ada manfaat yang baik. Contoh kebersamaan yang sering dilakukan sebagai seorang guru adalah sekedar berkumpul dan makan sekedarnya. Saat acara makan/kebersamaan itulah kami saling bertukar pikiran, bercerita, bahkan sambil membicarakan perkembangan anak-anak didik kami.

 

Kebersamaan yang kami lakukan itu tidak sekedar bersama guru/karyawan saja, tapi juga sering kami lakukan bersama anak-anak didik kami. Selagi ada kesempatan, kami pasti menggunakannya dengan baik.

 

Pada jam istirahat sekolah, alangkah baiknya jika seorang guru dapat menggunakan waktu istirahat dengan ngobrol bersama anak-anak. Kami mengobrol sambil sekedar makan snack. Di saat itulah kadang saya menanyakan perkembangan anak-anak didik. Terkadang mereka membicarakan kesulitan yang dihadapi baik pelajaran di sekolah maupun kehidupan di asrama.

 

Kebersamaan itulah yang membuat komunikasi antar wali kelas dan anak didik terjadi. Dalam kebersamaan itu saya lebih dapat mengenal/mempelajari sifat dan karakter anak didik saya. Anak-anak juga merasa lebih diperhatikan, mereka senang saat bisa bercerita dengan gurunya. Dengan gaya dan ciri khas masing masing anak.

 

Tidak cukup dengan satu kelas saja, di setiap kelas bisa saya datangi saat istirahat tiba. saya perhatikan tingkah laku mereka saat istiirahat. Saya bisa belajar banyak dari memperhatikan tingkah laku mereka. Salah satu yang diperlukan mereka adalah di perhatikan. Sehebat apapun kita sebagai guru kalau tidak bangun komunikasi yang baik dengan siswa dan lebih perhatian kepada mereka, kita tidak akan pernah memahami mereka dan apapun yang kita sampaikan tidak sampai pada mereka.

 

Oleh karena itu mari kita bangun kebersamaan dengan siswa siswi yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, sebagai aplikasi dari apa yang sudah kita ajarkan kepada mereka, dan juga menjadi sebuah proses pembentukan karakter pada anak-anak didik kita. Dari kebersamaan itu juga mereka dapat menilai karakter kita, mereka dapat meniru apa yang kita lakukan. Oleh karena itu marilah kita sebagai pendidik juga mempunyai karakter yang baik, seperti karakter Kristus. Supaya anak-anak didik kita juga mencontoh dan menerapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

 

Yang diharapkan bahwa hasil dari kebersamaan tersebut adalah anak anak semakin terbuka dan enjoy dalam menceritakan masalah mereka. Mereka tidak takut lagi mengungkapkan pendapat atau masalah mereka.

 

Anny Widyastuti, S.PAK

 

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top