Progress

Kacamata Buram Pendidikan Anak Usia Dini

Penulis : Redaksi | Fri, 25 May 2018 - 08:38 | Dilihat : 197
Tags : Guru Kristen Makedonia Paud Progress Siswa

-Suara Makedonia- Usia dini boleh dibilang sebagai masa emas. Oleh sebab itu, orang tua semakin berlomba-lomba untuk memasukkan anak mereka dalam pendidikan, baik yang formal  maupun yang tidak formal. Bahkan tidak sedikit orang tua berharap pada dunia pendidikan agar anak-anak mereka setelah keluar dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sudah dapat membaca dan menulis dengan lancar. Demikian juga guru-guru SD (Sekolah Dasar) sangat-sangat berharap mereka mempunyai siswa baru yang sudah lancar membaca dan menulis. Oleh sebab itu, kebanyakan PAUD  menyajikan pembelajaran yang diharapkan oleh orangtua  dan guru di sekolah dasar, tanpa memperhitungkan akibatnya. Bahkan menurut kesaksian seorang ibu, pendidikan dalam PAUD sebaiknya janganlah dipaksa. Artinya jika materi yang disajikan oleh guru belum bisa dilakukan oleh anak, maka jangan dipaksakan untuk anak itu melakukan hal yang diharapkan oleh gurunya.

 

Tidak berhenti di situ, bahkan orang tua menganjurkan agar anak-anak mereka mengikuti les sesuai dengan keinginan orang tua kepada anak. Karena besarnya harapan orangtua kepada anaknya sangat tinggi akhirnya orangtua kurang puas dengan pendidikan anaknya di PAUD, dengan demikian orangtua mencari orang yang ahli dalam bidang yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orangtuanya. Tidak sedikit tempat-tempat les dipenuhi oleh anak usia dini kerena tingginya harapan orangtua kepada anak supaya anak mereka berhasil dalam menempuh pendidikannya. Bahkan orangtua mengharapkan supaya anak mereka dalam tingkat ini dapat bersaing melebihi anak orang lain. Sungguh besar harapan orangtua kepada anak mereka di usia yang boleh dibilang sangat dini.

 

Kalau kita kembali kepada kurikulum yang tercantum di dalam Alkitab, dalam Amsal  dituliskan demikian “didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya” kalau kita boleh katakan ini merupan misi dari ayat ini, kemudian ayat ini dilanjutkan dengan “maka di masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalannya” boleh dibilang dari apa yang diajarkan kepadanya ia tidak akan melupakannya. Mungkinkah hal tersebut akan terjadi kepada anak-anak kita ditengah-tengah dunia pendidikan yang semakin merosot ini? didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “didik” mengandung ide memulai (memprakarsai) atau mendisiplin, yang mengandung makna suatu proses mengajar melalui contoh yang konsisten. “jalan yang patut” atau perjalanan kehidupan ini adalah kata yang tepat dan positif. Kata yang cocok dengan kemampuan yang unik dari si anak.

 

Kata “jalan yang patut” artinya si anak mempunya keunikan sendiri dalam bidang tertentu. Howard Gardner  tahun 1983 di Harvard University, Amerika Serikat, pernah mengembangkan “kecerdasan majemuk.” Bagi Gardner tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada yaitu anak yang menonjol dalam dalam satu atau beberapa jenis kecerdasan. Hal ini penting bagi orangtua untuk mengenali anak mereka, bidang apa sebenarnya yang paling disukai oleh anaknya supaya orangtua tidak salah dalam mengarahkan anaknya agar hal tersebut boleh tertanam seumur hidup dan menjadi bekal bagi kehidupan anak.

 

Anak biasanya sangat suka jika hal yang diajarkan memang bidang yang sangat ia sukai, sehingga bagi guru dan orang tua jika mau mengembangkan anak pastikan hal yang kita ajarkan disukai oleh anak, maka pembelajaran pun akan mudah untuk ia terima jika anak tidak suka jangan dipaksakan pasti ia akan menyimpang dari apa yang kita ajarkan. Banyak anak-anak yang berhenti sekolah bukan karena orangtua tidak ada biaya pendidikan tetapi pendidikan kurang menjawab kebutuhan mereka dan orangtua terlalu banyak keinginan pada akhirnya menuntut anak supaya paham orangtua sukanya apa. Tuhan Yesus memberkati. 

 

Ita Maria

Guru PAUD Makedonia Peruan Dalam

 

Lihat juga

Komentar


Group

Top