Buletin

Rasa Percaya Diri Bagi Pelajar

Penulis : Redaksi | Tue, 21 August 2018 - 08:48 | Dilihat : 131
Tags : Bulletin Kristen Makedonia Pelajar Pendidikan Percaya Diri

-Suara Makedonia- Faktanya hampir semua siswa pernah mengalami rasa tidak percaya diri, sehingga hal tersebut sering menyebabkan mereka mengalami krisis percaya diri. Krisis percaya diri ini sebenarnya merupakan hal yang manusiawi, namun selama tidak terus–menerus dialami seorang siswa. Krisis percaya diri akan menjadi suatu gangguan apabila selalu muncul dan tidak terkontrol, bahkan apabila sangat krisis bisa menyebabkan si penderita tidak mau bergaul dengan orang lain atau teman.

Percaya diri sangat penting bagi pelajar. Percaya diri merupakan modal dasar untuk pengembangan dalam mengeksplorasi segala kemampuan yang ada dalam diri. Dengan rasa percaya diri, seseorang akan mampu mengenal dan memahami diri sendiri, sehingga potensi yang ada dalam diri bisa berkembang dengan optimal. Ketika siswa memiliki rasa percaya diri, mereka akan lebih mudah menjalani proses belajar di sekolah. Pelajar yang memiliki rasa percaya diri bisa ditunjukkan dengan menghargai diri sendiri atau menciptakan kesan yang baik pada diri sendiri.

Pelajar yang percaya diri dapat diamati atau dinilai dengan sikap-sikap dalam kehidupan sehari-hari, seperti bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, optimis dan memiliki motivasi yang tinggi serta tidak mementingkan diri sendiri. Orang yang percaya diri diri adalah orang mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain, namun bukan berarti tidak memerlukan orang lain sama sekali. Ketika sudah memiliki rasa percaya diri pastinya akan mampu melihat segala sesuatu dari sudat pandang yang positif.

Sikap kurang percaya diri akan menyebabkan seseorang melewatkan berbagai kesempatan menarik yang dijumpai. Misalnya saja di sekolah, guru memberikan sebuah pertanyaan yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan guru akan memberikan tambahan nilai kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena tidak ada rasa percaya diri, seorang siswa memutuskan untuk menyimpanya dalam hati. Akibatnya hilang sudah kesempatan untuk mendapatkan tambahan nilai. Misalnya lagi, ketika sedang jatuh cinta kepada seseorang. Suatu ketika ada momentum yang pas untuk mengungkapkan rasa cinta tersebut kepadanya, karena mindernya lebih kuat dari rasa percaya diri maka lewat sudah momentum yang sangat sulit didapatkan ini. Dari kedua contoh di atas dapat dipastikan betapa besarnya kerugian yang didapatkan bila tidak mempunyai rasa percaya diri. Jika kita sedang berdiam diri, akan muncul dorongan betapa kuatnya untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Namun nyatanya, praktek di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mulai dari sekarang, kita harus melawan rasa tidak percaya diri tersebut. “ Ingat! rasa takut akan hilang bila dihadapi.”

Noverita, S.Si

Guru SMA Kristen Makedonia

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top