Progress

Meminta Maaf

Penulis : Redaksi | Thu, 20 September 2018 - 09:06 | Dilihat : 127
Tags : Kristen Makedonia Paud Pendidikan Progress

-Suara Makedonia- Meminta maaf adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh orang dewasa. Ketika melakukan kesalahan biasanya orang dewasa sungkan untuk melakukan hal yang mereka tidak sukai, yaitu meminta maaf, apalagi jika dirinya merasa lebih tua. Meminta maaf merupakan hal harus diajarkan sejak dini kepada anak karena biasanya anak-anak tidak menyadari kesalahannya pada waktu mereka melakukan kesalahan kepada teman. Biasanya mereka langsung pergi dan tidak meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Hal itu dikarenakan orangtua tidak mengajarkan di rumah pada saat anak melakukan kesalahan orangtua tidak menyuruh anak tersebut meminta maaf sehingga hal demikian berdampak buruk ketika mereka masuk usia sekolah, sampai bergaul dengan kebanyakan temannya dan pada waktu melakukan kesalahan anak tersebut dipastikan dia tidak akan meminta maaf. Krisis demikian harus diperbaiki oleh orangtua di rumah. Masing-masing orangtua jangan menganggap remeh dan harus mengajarkan anak “minta maaf” kepada teman jika melakukan kesalahan. Jika hal ini tidak diajarkan oleh orangtua, maka anak tidak akan memperdulikan perasaan orang lain pada saat dia melakukan kesalahan.

Minta maaf memang sulit dilakukan oleh orang dewasa karena hal ini menyangkut harga diri seseorang. Seperti yang dicontohkan di atas, bahwa orang lebih tua umurnya enggan meminta maaf kepada orang yang umurnya lebih muda. Mental yang seperti ini yang harus dihilangkan dan memulai kembali kepada generasi muda karena hal ini mengajarkan supaya mereka menjadi orang yang berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang lain saat melakukan tindakan-tindakan yang menyakitkan orang lain.

Mengajarkan “minta maaf” bukanlah hal yang mudah untuk diajarkan tetapi orangtua atau pun guru di sekolah sangat perlu untuk mengajarkan “minta maaf” kepada anak atau peserta didik. Hal ini mesti diajarkan secara spontan kepada anak atau peserta didik. Contohnya jika orangtua melihat anaknya melakukan kesalah kepada temannya, ketika anak sedang bermain dengan teman-temannya dan mengucapkan kata yang tidak sopan kepada anak atau teman bermainnya, sebaiknya orangtua langsung menyuruh anak meminta maaf kepada temannya. Guru di sekolah juga harus melakukan hal yang sama yaitu meminta anak untuk meminta maaf kepada temannya jika ia melakukan kesalahan. Pengajaran langsung seperti ini akan tertanam di benak anak-anak karena mereka langsung mempraktekkannya, bahkan pengajaran seperti ini mudah diterima tanpa mengurangi harga diri mereka. Sebaiknya, guru di sekolah tidak membiarkan anak yang berselisih menyelesaikan masalahnya tanpa meminta maaf. Masalah harus diselesaikan dengan tuntas, yang melakukan kesalahan diminta untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, yang tidak bersalah diajarkan juga untuk memaafkan temannya. Tanpa disadari jika kita sudah mengajarkan hal ini kepada anak maka dengan sendirinya anak akan melakukan hal yang kita ajarkan dalam kehidupan kesehariannya.

G. I. Juki

Gereja Reformasi Indonesia

PAUD Kristen Makedonia Peruan Dalam

Lihat juga

Komentar


Group

Top