Buletin

Pendidikan Dan Aplikasi Kekristenan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penulis : Daniel Pasaruan Silitonga | Mon, 28 October 2019 - 09:41 | Dilihat : 104
Tags : Aplikasi Guru Kehidupan Kristen Mika Pendidikan Seharihari Skm

Terkait

1

Kebersamaan Dalam Persaudaraan

Shalom, Perkenalkan nama saya Estie Grace Melisa ..

2

Pendidikan Dan Aplikasi Kekristenan Didalam Kehidupan Sehari-Hari

Pendidikan adalah proses belajar mengajar antara ..

3

Teras Festival Lomba Menulis Lagu

Sangat sulit kita menemukan anak muda zaman ..

Tuhan menciptakan manusia dengan istimewa dan berbeda dari ciptaan Tuhan yang lain. Keistimewaan manusia dibandingkan ciptaan yang lain adalah Ia menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya. Artinya adalah manusia mencerminkan diri Allah sendiri. Sebagian atribut yang dimiliki Allah dimiliki juga oleh manusia. Salah satunya adalah Allah sebagai pencipta memiliki rasio, dan demikian juga dengan manusia. Rasio yang dimiliki oleh manusia menyebabkan manusia dapat berpikir, dan terus berkembang dalam aspek pendidikan. Pada saat awal diciptakan, Adam belum tahu apapun. Namun seiring berjalannya waktu Adam mulai mengenal dan memahami ciptaan Allah yang lain.

Pendidikan berkaitan erat dengan rasio yang dimiliki manusia. Pendidikan Kristiani tidak hanya ditandai dengan memberikan pendidikan agama Kristen (PAK) di sekolah. Namun pendidikan secara Kristiani harus dilaksanakan dalam segala aspek. Setiap pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas harus berpusat pada pengajaran akan Kristus. Contohnya dalam pembelajaran matematika akan nampak keteraturan Kristus, kemudian dalam pembelajaran biologi akan nampak begitu sistematisnya Allah menciptakan ciptaan-Nya. Keterpusatan akan Kristus tidak hanya dilakukan dalam aspek akademis saja, melainkan juga dalam hal interaksi. Contohnya adalah interaksi yang penuh kasih, sama seperti diri Kristus yang penuh kasih. Dalam lingkup sekolah hal ini diterapkan oleh guru dan siswa. Guru sebagai pengajar melihat siswa-siswinya sebagai ciptaan Allah yang mulia dan sama seperti dirinya yang segambar dan serupa dengan Allah.

Aplikasi nyata disekolah mengajar dengan sungguh-sungguh, dan tidak memberikan judge kepada siswa tertentu. Jika ada siswa tertentu yang bandel maka guru harus mencari penyebabnya, tidak langsung menghukumnya baik secara mental maupun fisik. Kenakalan yang siswa lakukan pasti memiliki suatu latar belakang tertentu. Mungkin saja diakibatkan oleh keluarga yang kurang harmonis, ataupun siswa tersebut butuh perhatian dari orang lain. Kemudian guru juga harus mampu memandang siswa sebagai pribadi yang unik. Kemampuan siswa yang satu pastinya berbeda dengan siswa yang lainnya. Talenta yang dimiliki siswa A berbeda dengan talenta siswa B, sehingga tidak ada siswa yang pintar dan siswa yang bodoh.

Peran guru didalam kelas juga harus dilakukan oleh orangtua dalam keluarga. Orang tua sebagai seorang pendidik di rumah harus memandang anaknya dengan penuh kasih. Hal ini sama dengan sifat Allah yang penuh kasih. Jika ada anak yang berbuat suatu kesalaan maka tindakan yang diambil bukanlah langsung menghukum, tetapi harus mencari latar belakang penyebabnya. Orang tua dalam keluarga harus mampu mendidik anaknya dengan penuh hikmat dan memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Kiranya kita sebagai guru dan orang tua menjadi alat Tuhan untuk mendidik anak-anak kita semakin serupa dengan Kristus. Amin.

Komentar


Kontak

Alamat:

Sekretariat Yayasan MIKA

Wisma Bersama, Lt. 3 
Jl. Salemba Raya 24 A-B, Jakarta 10430
Telp. (62-21) 310 0023
Fax. (62-21) 310 1350


Bank : BCA Kedoya Baru
Rek. Operasional no. 309 300 4589
Rek. Pembangunan no. 309 300 8720
Rek. Papua no. 309 909 0988
a/n Yayasan MIKA