Membangun Cinta Budaya Lewat Pentas Seni

Penulis : mika | Thu, 5 February 2015 - 10:33 | Dilihat : 752

Dalam rangka melestarikan budaya dan mempertunjukan kreativitas siswa-siswi, SMA Kristen Makedonia kembali mengadakan Acara Pentas Seni pada Sabtu, 25 Oktober 2014 di Gedung Open Theater Sekolah Kristen Makedonia.

Pentas Seni diawali dengan permainan api yang dimainkan oleh para siswa. Selain itu pentas seni juga dimeriahkan beragam penampilan seperti tarian, drama paduan suara, glow in the dark, angklung, dan parade busana sebagai acara puncak.

Acara pentas seni kali ini mengangkat tema globalisasi, di mana pada era globalisasi ini banyak anak muda Indonesia yang tidak mengenal kebudayaan bangsanya. Pemuda-pemudi Indonesia telah tercemar oleh arus globalisasi yang semakin menjamur. Mereka tidak lagi mencintai budaya bangsanya, melainkan lebih senang dengan budaya-budaya luar. Inilah alasan SMA Kristen Makedonia terus menanamkan jiwa seni pada anak-anak didiknya, sebab sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk kembali membangun kecintaan pada budaya Indonesia. (Rosmela Dwi Utari)

 

Berprestasi lewat Suara

Makedonia Band menjadi juara dalam Festival Band yang diadakan SMA Pelita Ngabang pada Senin, 27 Oktober 2014. Makedonia Band menjadi juara mengalahkan 11 band lainnya yang merupakan siswa SMA se-Kabupaten Landak. Band ini beranggotakan 6 orang siswa SMA Kristen Makedonia,  yakni Raynaldi dan Anggun Christavera sebagai vokalis, Riko Bintasa sebagai sebagai gitaris, Michele Christian sebagai basis, Milenius Markus Amid sebagai keyboardis, dan Jordy Kristianata sebagai drummer.

Menurut para personel band yang baru terbentuk ini, mereka bersyukur karena melalui festival tersebut mereka mendapatkan pengalaman untuk tampil di depan umum serta mendapatkan apresiasi atas bakat dan kerja keras mereka dalam mempersiapkan diri mengikuti ajang tersebut.

Selain menggondol Piala sebagai Juara Pertama, Makedonia Band juga mendapatkan Piagam Penghargaan untuk Vokalis  terbaik, Drummer Terbaik, dan Keyboardis terbaik. (Rosmela Dwi Utari)

 

Komentar

Top